Keran dispenser air biasanya terbuat dari bahan-bahan berikut, yang dapat dipilih secara khusus berdasarkan ketahanan terhadap korosi, kebersihan, dan daya tahannya:
Plastik: Plastik adalah salah satu bahan keran yang paling umum, khususnya di dispenser air keluarga dan tempat kerja. Ringan, hemat harga, dan relatif mulus untuk disistem menjadi berbagai bentuk. Namun, penting untuk memastikan bahwa plastik yang digunakan adalah plastik food grade dan memenuhi standar kebersihan untuk menghindari kontaminasi air yang baik.
Logam tahan karat: Keran logam tahan karat biasanya ditemukan di dispenser air serbaguna atau dispenser air bisnis. Logam tahan karat memiliki ketahanan dan daya tahan yang sangat baik terhadap korosi, dan sangat mudah dibersihkan, sehingga dapat menahan pertumbuhan bakteri.
Kuningan: Kuningan adalah baja kuat dengan ketahanan korosi yang luar biasa. Ia juga memiliki sifat antibakteri dan dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Namun karena harganya yang mahal, biasanya digunakan pada dispenser air berukuran besar atau acara dengan kebutuhan desain yang berlebihan.
Krom: Pelapisan kromium biasanya diterapkan pada permukaan keran, memberikan tampilan berlapis krom sekaligus meningkatkan ketahanan terhadap korosi. Hal ini memungkinkan mencegah kerak dan meningkatkan kekokohan keran.
Keramik: Beberapa dispenser air kelas atas mungkin juga menggunakan keran keramik, yang umumnya memperhatikan tampilan dan tekstur. Permukaan keramik halus dan mudah dibersihkan, tetapi juga sangat rentan terhadap kerusakan.
Pemilihan bahan keran yang tepat biasanya bergantung pada motif, lingkungan, dan keuangan dispenser air. Terlepas dari jenis kain yang digunakan, penting untuk memastikan bahwa kain tersebut memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan untuk memastikan perlindungan dan kebersihan air minum.







